Portal Nasional | Jakarta | Edisi Berita Terkini

Nuansa Investigasi

Portal berita dan investigasi

LIVE UPDATE

HEADLINE

BERITA PILIHAN

BREAKING NEWS | Ikuti perkembangan berita terbaru hari ini

BMKG: Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Sedang hingga Lebat Hari Ini, Kondisi Kering Masih Dominan

—

Oleh

Kategori ,
Bagikan artikel

JAKARTA, NuansaInvestigasi.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada Senin (5/10/2026).

Peringatan tersebut muncul di tengah kondisi atmosfer Indonesia yang secara umum masih relatif kering. Dalam prakiraan cuaca BMKG untuk periode 2–8 Oktober 2026, sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan masih didominasi cuaca cerah berawan hingga hujan ringan.

Namun, dinamika atmosfer regional tetap dapat memicu pertumbuhan awan hujan di sejumlah daerah.

Aceh hingga Papua Pegunungan Perlu Waspada

Data potensi cuaca ekstrem BMKG menunjukkan pada 5 Oktober terdapat sejumlah provinsi yang masuk kategori waspada hujan sedang hingga lebat.

Wilayah tersebut meliputi:

  • Aceh
  • Banten
  • Bengkulu
  • Jambi
  • Jawa Barat
  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Utara
  • Papua Pegunungan
  • Riau
  • Sumatera Barat
  • Sumatera Utara

BMKG secara khusus mencatat Jawa Barat, Sumatera Barat dan beberapa wilayah lainnya dalam sistem peringatan cuaca tiga harian. Status tersebut merupakan potensi pada tingkat provinsi dan kondisi aktual dapat berbeda antara satu kabupaten/kota dengan wilayah lainnya.

Untuk Papua Pegunungan, BMKG juga memasukkannya sebagai wilayah yang perlu mendapat perhatian karena pada periode 5–8 Oktober terdapat potensi hujan lebat hingga sangat lebat.

Banten Termasuk Wilayah yang Perlu Memantau Perkembangan Cuaca

Banten menjadi salah satu wilayah yang tercantum dalam peringatan BMKG untuk 5 Oktober.

Status yang diberikan BMKG adalah waspada hujan sedang hingga lebat, sehingga masyarakat tidak serta-merta harus mengartikan seluruh wilayah Banten akan mengalami hujan lebat.

Potensi cuaca dapat berbeda menurut lokasi dan waktu. Karena itu, masyarakat di Banten, khususnya yang melakukan aktivitas luar ruangan, disarankan memantau pembaruan prakiraan cuaca dan peringatan dini BMKG.

Sebelumnya, BMKG mencatat hujan lebat hingga sangat lebat juga sempat terjadi secara lokal di Banten. Pada 28–30 September, curah hujan mencapai 70 mm per hari di Banten. BMKG juga mencatat hujan 70 mm per hari di Tangerang Selatan pada periode tersebut.

Curah Hujan Rendah Masih Mendominasi

Di balik potensi hujan lokal tersebut, kondisi Indonesia secara keseluruhan masih menunjukkan karakter relatif kering.

BMKG memprakirakan pada Dasarian I Oktober 2026 sekitar 79,65 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan kategori rendah, yakni 0–50 milimeter per dasarian.

Sementara itu, sekitar 19,99 persen wilayah diperkirakan berada pada kategori hujan menengah, 50–150 mm per dasarian, dan hanya sekitar 0,36 persen yang masuk kategori tinggi, yakni 150–300 mm per dasarian.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa hujan yang turun di suatu wilayah tidak otomatis menandakan berakhirnya kondisi kering secara luas.

BMKG sebelumnya juga mengingatkan bahwa sejumlah wilayah masih mengalami periode tanpa hujan yang panjang hingga ekstrem panjang, sehingga ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan tetap perlu diperhatikan.

Ada Pengaruh Gelombang Atmosfer

Potensi hujan lokal tersebut tidak terjadi tanpa sebab.

BMKG menjelaskan bahwa Gelombang Rossby Ekuatorial diprakirakan aktif di sebagian wilayah Sumatera. Sementara itu, Gelombang Kelvin berpotensi aktif di sebagian Sumatera bagian tengah, Kalimantan bagian utara, Sulawesi bagian utara, dan Maluku Utara.

Selain itu, suhu muka laut yang relatif hangat serta keberadaan daerah konvergensi, perlambatan dan belokan angin dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan.

Di sisi lain, Monsun Australia diprakirakan menguat. Kondisi ini meningkatkan aliran udara timuran di Indonesia bagian selatan dan cenderung membatasi pasokan uap air sehingga kondisi kering masih dapat bertahan di sejumlah wilayah.

Angin Kencang Juga Perlu Diwaspadai

Selain hujan, BMKG dalam prakiraan periode 5–8 Oktober mencatat potensi angin kencang di:

  • Maluku Utara
  • Sulawesi Tengah
  • Nusa Tenggara Barat

Informasi tersebut merupakan potensi meteorologis dan bukan berarti seluruh wilayah provinsi akan mengalami angin kencang secara bersamaan. Kondisi dapat berbeda berdasarkan lokasi dan perkembangan atmosfer saat kejadian.

BMKG Minta Masyarakat Tetap Waspada

BMKG mengimbau masyarakat tetap memperhatikan perkembangan cuaca, terutama di daerah yang memiliki potensi hujan lebat, petir maupun angin kencang.

Pada wilayah yang masih mengalami kondisi kering, masyarakat juga diminta menghemat penggunaan air dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan.

BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun pembukaan lahan dengan cara membakar, terutama di kawasan yang mudah terbakar seperti lahan gambut, semak belukar dan hutan.

Informasi prakiraan cuaca dapat berubah mengikuti perkembangan atmosfer. Karena itu, masyarakat disarankan menggunakan informasi terbaru dari kanal resmi BMKG sebelum melakukan aktivitas yang berkaitan dengan kondisi cuaca.

oleh eL


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *