Portal Nasional | Jakarta | Edisi Berita Terkini

Nuansa Investigasi

Portal berita dan investigasi

LIVE UPDATE

HEADLINE

BERITA PILIHAN

BREAKING NEWS | Ikuti perkembangan berita terbaru hari ini

Karhutla Merembet ke Permukiman di Bangka Selatan, Ibu dan Anak Dievakuasi dari Kepungan Asap

—

Oleh

Kategori ,
Bagikan artikel

BANGKA SELATAN, NuansaInvestigasi.com — Kebakaran yang berawal dari lahan gambut merembet ke kawasan permukiman di Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung. Dalam proses penanganan bencana tersebut, tim SAR gabungan mengevakuasi satu keluarga yang terjebak di sebuah pondok dan terkepung asap pekat.

Peristiwa ini terjadi di tengah kebakaran besar yang melanda kawasan permukiman Dusun Serdang. Api dilaporkan menyebar dengan cepat setelah menjalar dari kebakaran lahan ke salah satu rumah warga. Kondisi tersebut membuat upaya pemadaman dan penyelamatan warga menjadi prioritas petugas.

Berdasarkan laporan detikNews yang mengutip keterangan Basarnas Bangka Belitung, keluarga yang dievakuasi terdiri atas seorang ibu dan anak-anaknya. Mereka ditemukan saat tim SAR melakukan penyisiran pada malam hari di area terdampak kebakaran.

Kepala Basarnas Bangka Belitung, Mikel Rachman Junika, menjelaskan bahwa keluarga tersebut berada dalam kondisi terisolasi akibat kepungan asap pekat. Petugas kemudian mengamankan dan membawa mereka ke lokasi pengungsian yang lebih aman.

Tim SAR menyisir area terdampak

Permintaan bantuan evakuasi diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang pada Sabtu malam, 10 Oktober 2026. Laporan itu menyebutkan adanya dugaan warga yang masih berada di sekitar area bangunan yang terbakar.

Menindaklanjuti informasi tersebut, tim penyelamat dari Unit Siaga SAR Toboali dikerahkan untuk melakukan pencarian dan penyisiran. Petugas juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, pemadam kebakaran, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Penyisiran dilakukan untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal di lokasi berbahaya, terutama di antara puing-puing bangunan dan area yang masih dipenuhi asap.

Evakuasi satu keluarga tersebut menjadi bagian dari upaya penyelamatan warga di tengah situasi kebakaran yang meluas. Namun, informasi yang tersedia dalam laporan tersebut tidak merinci identitas keluarga maupun jumlah pasti anak yang ikut dievakuasi.

Api dari lahan gambut menjalar ke rumah warga

Menurut laporan yang mengutip pihak pemadam kebakaran Bangka Selatan, kebakaran bermula dari lahan gambut yang tidak jauh dari permukiman. Api kemudian menjalar ke salah satu rumah warga di Dusun Serdang.

Angin yang bertiup kencang disebut mempercepat penyebaran api hingga sejumlah bangunan di sekitarnya ikut terbakar. Warga yang kesulitan mengendalikan kobaran api kemudian meminta bantuan tim gabungan.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengerahkan personel dan armada pemadam kebakaran dari berbagai instansi untuk menangani kebakaran tersebut. Pada Sabtu malam, proses pemadaman masih berlangsung.

Dalam laporan ANTARA yang diterbitkan pada 10 Oktober 2026, Pelaksana Tugas Kepala BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Agus Afandi, menyampaikan bahwa tim gabungan masih berjibaku memadamkan api di permukiman Desa Serdang.

Pemerintah daerah juga menyiapkan lokasi pengungsian dan dapur umum untuk membantu warga yang terdampak.

Gambar ilustrasi kebakaran hutan kalimantan

Ribuan warga terdampak, pendataan masih diperlukan

Dampak kebakaran dilaporkan cukup besar. Dalam keterangan resmi Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada 11 Oktober 2026, data sementara BPBD menyebutkan sekitar 2.000 jiwa terdampak dan lebih dari 450 rumah terbakar.

Sementara itu, laporan awal ANTARA pada 10 Oktober menyebutkan perkiraan sekitar 200 hingga 300 rumah terbakar berdasarkan informasi yang diterima saat penanganan masih berlangsung.

Perbedaan angka tersebut menunjukkan bahwa data dampak kebakaran berkembang seiring proses penanganan dan pendataan di lapangan. Angka akhir mengenai rumah rusak atau terbakar, jumlah pengungsi, serta kerugian material perlu mengacu pada hasil pendataan resmi terbaru.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, meninjau lokasi terdampak di Dusun Serdang pada Minggu, 11 Oktober 2026. Pemerintah provinsi menyatakan penanganan darurat mencakup evakuasi warga, penyaluran logistik dan obat-obatan, serta penyediaan fasilitas pendukung bagi para pengungsi.

Pos pengungsian dilaporkan disiapkan di SDN 7 Simpang Rimba. Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya pendataan kerugian agar kebutuhan warga dan proses pemulihan permukiman dapat ditangani.

Keselamatan warga menjadi prioritas

Kebakaran yang menjalar dari lahan ke permukiman memperlihatkan besarnya risiko ketika api berada dekat dengan tempat tinggal warga. Asap pekat dan penyebaran api yang cepat dapat membatasi akses keluar, khususnya bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya.

Warga yang berada di sekitar lokasi kebakaran perlu mengikuti arahan petugas dan berpindah ke tempat aman apabila diminta melakukan evakuasi. Masyarakat juga sebaiknya tidak mendekati area kebakaran untuk menyaksikan kejadian karena kondisi lapangan dapat berubah sewaktu-waktu.

Hingga informasi yang dirujuk dalam pemberitaan ini diterbitkan, penanganan darurat dan pendataan dampak masih menjadi perhatian pemerintah daerah. Perkembangan mengenai jumlah kerusakan, kebutuhan pengungsi, serta penyebab pasti kebakaran tetap perlu menunggu keterangan resmi lanjutan.

NuansaInvestigasi.com akan memperbarui informasi apabila terdapat data terbaru dari instansi berwenang.


(eL)


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *